Sejak pagi, halaman balai desa di kawasan pesisir sudah dipenuhi warga. Mereka datang membawa kartu identitas dan hasil pemeriksaan sebelumnya, lalu duduk menunggu giliran di tenda yang didirikan tim kesehatan kepolisian setempat.
Program pemeriksaan kesehatan gratis itu digelar selama tiga hari dan menyasar warga di lima desa pesisir. Selain pengukuran tekanan darah dan gula darah, petugas membuka konsultasi gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pembagian vitamin untuk lansia.
"Banyak warga di sini harus menempuh hampir dua jam untuk sampai ke puskesmas. Dengan layanan keliling, mereka bisa memeriksakan diri tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi," kata koordinator tim kesehatan, AKP Ratna Kusuma, di lokasi kegiatan.
Selain dokter dan perawat, kegiatan itu melibatkan personel kepolisian yang membantu pendataan warga serta mengatur alur layanan agar tetap tertib. Warga lanjut usia dan penyandang disabilitas mendapat prioritas antrean.
Salah seorang warga, Siti Aminah (58), mengaku senang bisa memeriksakan tekanan darahnya tanpa harus pergi jauh. "Sudah lama tidak kontrol. Sekarang sekalian dapat obat dan penjelasan soal makanan yang harus dijaga," ujarnya.
Tim kesehatan juga mencatat temuan awal bahwa sejumlah warga memiliki tekanan darah di atas normal. Mereka diminta melakukan kontrol lanjutan di puskesmas dan mendapat pengingat jadwal pemeriksaan melalui pesan singkat.
Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut ke kawasan kepulauan pada bulan depan. Pemerintah desa berharap layanan keliling bisa digelar rutin agar warga tidak menunda pemeriksaan kesehatan.




