Pemerintah meluncurkan program subsidi tarif transportasi umum di enam kota percontohan. Program menyasar pekerja berpenghasilan rendah dan pelajar yang bergantung pada bus kota serta kereta perkotaan untuk perjalanan harian.
Koordinator program, Rina Kusumawati, menjelaskan potongan tarif diberikan melalui kartu langganan digital yang terhubung dengan nomor identitas. Skema itu memudahkan pemantauan jumlah perjalanan sekaligus mencegah penyalahgunaan kartu.
Pengamat transportasi publik menilai program perlu disertai peningkatan frekuensi kendaraan. Menurut mereka, tarif murah tidak akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bila waktu tunggu di halte masih panjang.
Evaluasi tahap pertama dilakukan setelah tiga bulan, dan pemerintah berencana memperluas program ke kota lain dengan kondisi layanan yang memadai.






