Jembatan penghubung antardesa di pedalaman Kalimantan Barat resmi difungsikan setelah dibangun selama dua belas bulan. Struktur sepanjang 220 meter ini menggantikan penyeberangan rakit yang selama bertahun-tahun digunakan warga.
Kepala desa di kawasan penghubung, Herman Asang, mengatakan warga kini dapat mengantar hasil kebun ke pasar kabupaten sepanjang tahun. Waktu tempuh ke pusat layanan kesehatan terdekat pun turun drastis.
Dinas pekerjaan umum daerah menjelaskan jembatan dirancang tahan beban kendaraan dengan perawatan rutin dua kali setahun. Warga dilibatkan dalam kelompok pengawas agar pemeliharaan berjalan cepat sebelum menjadi kerusakan besar.
Tahap berikutnya mengarah pada pengerasan jalan lintas desa di sisi timur yang masih berupa tanah saat musim hujan.









