Sejumlah kelompok tani di Lombok Tengah mulai menerapkan pertanian organik secara berkelompok. Mereka mengolah sisa panen menjadi kompos dan mengurangi penggunaan pupuk kimia secara bertahap tanpa menurunkan hasil produksi.
Pendamping program, Lalu Firdaus, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis desa memudahkan petani berbagi alat dan jadwal tanam. Hasil panen kemudian dipasarkan bersama melalui koperasi agar harga jual lebih stabil.
Petani mengakui masa peralihan ke pertanian organik memerlukan kesabaran karena kesuburan tanah pulih secara bertahap. Namun biaya produksi yang lebih rendah membantu menjaga keuntungan saat harga pasar berfluktuasi.
Dinas pertanian daerah berencana menambah pendamping dan menyediakan sarana pengolahan kompos untuk kelompok baru pada musim tanam berikutnya.






