Startup teknologi pendidikan lokal, PT Nara Digital, meluncurkan aplikasi pembelajaran bahasa daerah yang memanfaatkan pengenalan suara. Aplikasi menilai pelafalan pengguna secara langsung dan memberikan umpan balik melalui rekaman penutur asli.
Pendiri PT Nara Digital, Dewi Lestari, mengatakan aplikasi ini lahir dari kekhawatiran menurunnya pengguna bahasa daerah di kalangan generasi muda. Versi pertama mendukung tiga bahasa dan akan menambah bahasa lain melalui kerja sama pusat studi bahasa di sejumlah kampus.
Sejumlah guru bahasa yang mencobanya menilai pendekatan aplikasi tersebut menyenangkan. Namun mereka mengingatkan bahwa aplikasi sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti, praktik berbicara bahasa daerah langsung di lingkungan keluarga.
Aplikasi tersedia gratis untuk pelajar, dan versi institusi sedang diuji bersama dua sekolah menengah di Yogyakarta.






