Pusat riset nasional mengembangkan prototipe baterai ramah lingkungan berbahan baku mineral dalam negeri. Tim peneliti menargetkan komponen aktif dapat diproduksi lokal agar biaya sel baterai lebih terjangkau.
Ketua tim peneliti, Dr. Wulan Sari, menjelaskan prototipe telah melewati uji siklus pengisian awal dengan hasil stabil. Tahap berikutnya adalah pengujian ketahanan pada suhu tinggi serta evaluasi keamanan sel.
Sejumlah akademisi menilai riset semacam ini penting untuk memperkuat rantai pasok energi bersih. Mereka mengingatkan bahwa hilirisasi perlu disertai pengelolaan limbah baterai yang bertanggung jawab.
Pusat riset menargetkan kerja sama dengan industri manufaktur untuk menguji produksi skala kecil dalam dua tahun ke depan.






