Destinasi air terjun tersembunyi di Maluku mulai menarik perhatian wisatawan muda yang mencari pengalaman perjalanan berbeda. Sebagian besar pengunjung datang melalui paket perjalanan berbasis komunitas yang dipandu warga setempat.
Pemandu wisata lokal, Fransiska Titaley, menyebut kunjungan meningkat sejak rute perjalanan dipromosikan lewat media sosial. Warga desa dilibatkan sebagai pemandu, penyedia makanan, dan pengelola homestay sederhana.
Pengelola taman nasional mengingatkan pentingnya membatasi jumlah pengunjung harian agar ekosistem sekitar tetap terjaga. Wisatawan diminta membawa kembali sampah dan tidak menyalakan api di area hutan.
Dinas pariwisata daerah berencana menata jalur akses serta fasilitas dasar tanpa mengubah karakter alam kawasan tersebut.






