Kelompok tani di Kabupaten Ngawi memulai panen raya padi pada Selasa pagi. Hasil panen di beberapa petak dilaporkan meningkat dibanding musim sebelumnya, seiring perbaikan saluran irigasi dan penggunaan benih bersertifikat.
Perbaikan saluran tersier yang dikerjakan awal tahun membuat air tersedia merata hingga petak paling ujung. Sebelumnya, petak di bagian hilir sering kekurangan air pada musim kemarau.
"Dulu satu hektare bisa menghasilkan sekitar lima ton gabah. Sekarang sebagian petak sudah mendekati enam ton," kata Ketua Kelompok Tani Sido Makmur, Suparno.
Pendampingan penyuluh juga mengubah cara pemupukan. Petani kini mengukur kebutuhan pupuk berdasarkan hasil uji tanah, sehingga dosis lebih tepat dan biaya produksi berkurang.
Untuk menjaga harga, kelompok tani menyiapkan lumbung bersama. Gabah hasil panen anggota dapat disimpan lebih dulu dan dijual saat harga membaik, tidak lagi terburu-buru dijual ke tengkulak.
Pemerintah desa mendukung pengelolaan lumbung dengan bantuan alat pengering sederhana agar gabah tidak rusak saat musim hujan. Pengurus kelompok menargetkan kapasitas simpan bertambah dua kali lipat tahun depan.




