Data perdagangan menunjukkan ekspor kopi Indonesia bertumbuh dua digit dibandingkan periode setahun sebelumnya. Peningkatan itu terutama berkat kopi biji yang diolah koperasi petani di Gayo, Toraja, dan Kintamani.
Penggagas program pelatihan pasca panen, Ahmad Fadli, menjelaskan bahwa petani yang menerapkan fermentasi terkontrol dan pengeringan bertingkat terbukti memperoleh harga jual jauh lebih baik. Pemilahan di tingkat petani menjadi kunci untuk menyingkirkan biji cacat.
Sementara itu, industri roasting nasional ikut menyerap biji lokal berkualitas tinggi. Sebuah perusahaan roasting di Jakarta menyatakan kini meningkatkan persentase bahan baku lokal karena proses pasca panen telah jauh lebih konsisten.
Pemerintah menilai tren positif ini perlu dijaga melalui sertifikasi keberlanjutan serta perbaikan fasilitas pencucian di pusat-pusat produksi.






