Sejumlah eksportir mebel rotan di Jepara menjalin kemitraan dengan perajin desa untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Perusahaan penyedia memasok bahan baku terpilih serta mendampingi perajin menyesuaikan desain dengan selera pembeli.
Manajer ekspor salah satu perusahaan, Bagas Prakoso, menjelaskan kemitraan ini memberi kepastian pesanan bagi perajin yang biasanya bekerja berdasarkan pesanan musiman. Perajin juga mendapat pelatihan pengendalian mutu dan penanganan produk sebelum pengiriman.
Perajin di Desa Sukodono, Sutrisno, mengaku pendapatannya lebih stabil sejak bergabung dalam skema tersebut. Ia berharap pendampingan berlanjut agar produknya dapat dijual langsung ke pembeli luar negeri.
Asosiasi pengrajin mendorong pemerintah daerah memfasilitasi sertifikasi bahan baku lestari agar produk rotan tetap diterima di pasar global.






